Implementation of Local Government Policies in Realizing Child-Friendly Districts to Increase Welfare

  • Titi Sutiamah Hospital and Faculty of Law Doctoral Program at the Islamic University of Bandung, West Java, Indonesia
  • Dey Ravena Faculty of Law, Islamic University of Bandung, West Java, Indonesia
  • Efik Yusdiansyah Faculty of Law, Islamic University of Bandung, West Java, Indonesia
Keywords: Children, Right, Regulation, Protection, Well-being

Abstract

Children as the nation's successors prove that the rights of children in Indonesia are expressly stated in the constitution. The purpose of this study was to analyze the implementation of the Pangandaran Regent's Regulation Number 79 of 2018 concerning Child Friendly Districts. This type of research uses normative juridical research. The results of this study: First, the implementation of the Pangandaran Regent Regulation Number 79 of 2018 concerning Child-Friendly Districts in realizing Child-Friendly Districts has not met 24 (twenty four) indicators that become the reference for assessing Child-Friendly Districts, so that in 2021 Pangandaran District has not received an award. Child Friendly District. Second, the Implications of Child Friendly Districts in Pangandaran Regency on children's welfare, based on the score from traceability evidence, obtained a score of 416.42 with the percentage of achievement of 24 indicators, only 41.6% of the total value of achievement should be 1,000 points. It can be said that the Child Friendly District in Pangandaran Regency has not had implications for the welfare of children.

References

Akbal, M. (2016). Harmonisasi Kewenangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Jurnal Supremasi, XI(2), 99–107. http://103.76.50.195/supremasi/article/view/2800/1505

Alston, P. (1994). The Best Interest of the Child Reconciling Culture and Human Rights. Oxford University Press.

Arifin, S. (2016). Kota Layak Anak Berbasis Kesehatan. Berkala Kedokteran, 12(1), 117–122. https://doi.org/10.20527/jbk.v12i1.363

Bratakusumah, D. S., & Solihin, D. (2004). Otonomi Penyelenggaraaan Pemerintahan Daerah. Gramedia Pustaka Utama.

Budiyanto, H. (2014). Hak Anak Dalam Perspektif Islam. Raheema: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.14421/musawa.2006.42.189-207

Chandra, P. S., & Putri, S. S. E. (2021). Analisis Pelaksanaan Kebijakan Kota Layak Anak (Studi Kasus Pelaksanaan Program Ruang Bermain Ramah Anak Di Ruang Terbuka Hijau Kacang Mayang Kota Pekanbaru). Jurnal Manajemen Dan Ilmu Administrasi Publik (JMIAP), 3(1), 11–21.

Faisea, Maulid, M. Z., & Arif, L. (2020). Strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam Pengembangan Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak di Kota Surabaya. Syntax Idea, 2(6), 16–25.

Fithriyyah, M. U. (2017). Studi Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pekanbaru. Transparansi: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi, 9(2), 154–171.

Gosita, A. (1985). Masalah Perlindungan Anak. Bina Aksara.

Hadisuprapto, P. (1997). Juvenile Delinquency. Citra Aditya Bakti.

Hanapi. (2021). Kabupaten Garut Raih Peringkat Madya Pada Kabupaten Layak Anak Tahun 2021. Www.Garutkab.Go.Id. https://garutkab.go.id/news/kabupaten-garut-raih-peringkat-madya-pada-kabupaten-layak-anak-tahun-2021

Haq, M. I. (2016). Quo Vadis Partisipasi Masyarakat Dalam Kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA) Sleman. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 16(2), 85–99. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v16i2.1172

Kamayani, N. M. D. P. (2016). Konsep-Konsep yang Terkait dengan Kota Layak Anak di Kota Denpasar. Jurnal Magister Hukum Udayana, 5(3), 605–615.

Kartono, K. (1998). Gangguan-Gangguan Psikis. Sinar Baru.

Kemenpppa. (2021). Tahun 2021 Kemen PPPA Kembali Lakukan Evaluasi Kab/Kota Layak Anak (KLA). Kemenpppa.Go.Id. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/3089/tahun-2021-kemen-pppa-kembali-lakukan-evaluasi-kab-kota-layak-anak-kla

Miskiyah, R. (2017). Evaluasi implementasi kebijakan kabupaten layak anak bidang pendidikan di kabupaten Grobogan. Jurnal Wacana Publik, 1(1), 128–153. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/73534/Evaluasi-implementasi-kebijakan-kabupaten-layak-anak-bidang-pendidikan-di-kabupaten-Grobogan

Noviades, D. (2013). Pengeloaan Keuangan Daerah Di Era Otonomi Daerah. Jurnal Ilmu Hukum Jambi, 4(1), 81–97.

Patilima, H. (2017). Kabupaten Kota Layak Anak. Jurnal Kriminologi Indonesia, 13(1), 39–55.

R, A. (2007). Hukum perlindungan anak. Restu Agung.

Ristanti, Y. D., & Handoyo, E. (2017). Undang-Undang Otonomi Daerah Dan Pembangunan Ekonomi Daerah. Jurnal Riset Akutansi Keuangan, 2(2), 115–122.

Roza, D., & S, L. A. (2018). Peran Pemerintah Daerah Untuk Mewujudkan Kota Layak Anak Di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 25(1), 198–215. https://doi.org/10.20885/iustum.vol25.iss1.art10

Safitri, S. (2016). Sejarah Perkembangan Otonomi Daerah Di Indonesia. Jurnal Criksetra, 5(9), 79–83. http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/dih/article/view/278

Soekito, S. W. (1989). Anak dan Wanita dalam Hukum. LP3ES.

Soemitro, I. S. (1990). Aspek Hukum Perlindungan Anak. Bina Aksara.

Suryani, E., Agusdin, & Alamsyah. (2017). Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Pemerintah Kota Mataram Dalam Mewujudkan Kota Mataram Sebagai Kota Layak Anak. Jurnal Magister Manajemen Universitas Mataram, 6(1), 1–16.

Swadesi, U., Rusli, Z., Studi, P., & Ilmu, M. (2020). Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 16(1), 77–83.

Wadong, M. H. (2000). Advokasi dan Hukum Perlindungan Anak. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Wasiti, C. (2020). Partisipasi Orang Tua Terhadap Perlindungan Anak Sebagai Bentuk Perlindungan Hak Asasi Manusia. Jurnal Widya Pranata Hukum, 2(1), 118–143.

Published
2022-06-20
How to Cite
Sutiamah, T., Ravena, D., & Yusdiansyah, E. (2022). Implementation of Local Government Policies in Realizing Child-Friendly Districts to Increase Welfare . Journal La Sociale, 3(3), 98-110. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v3i3.632