The Reconstruction of Law Number 7 of 2012 Concerning Social Conflict Handling in Indonesia

  • Anang Puji Utama Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia
Keywords: Social Conflict, Advances in Technology, Information and Communication, Reconstruction

Abstract

Various social conflicts that have occurred in Indonesia have prompted the Government to pass Law Number 7 of 2012 concerning Handling Social Conflicts. Along with the development of technology, information, and communication, it has resulted in rapid social changes, including the use of social media in communication. The aim is to analyze legislative arrangements and the need to reconstruct Law Number 7 of 2012 concerning Handling Social Conflicts. To respond to growing conflicts due to technology, information, and communication, comprehensive arrangements are needed so that conflicts are easily detected and can be resolved immediately. Thus, the reconstruction meaning of Social Conflict is needed as regulated in Law Number 7 of 2012 concerning Handling Social Conflict. By reconstructing the meaning of Social Conflict, it is hoped that the meaning of Social Conflict will be realized as a result of social changes resulting from advances in technology, information, and communication.

References

Ade Tuti Turistiati, M., & Andhita, P. R. (2021). Komunikasi Antarbudaya: Panduan Komunikasi Efektif antar Manusia Berbeda Budaya (Vol. 1). Zahira Media Publisher.

Al Kautsar, I., & Muhammad, D. W. (2022). Sistem hukum modern Lawrance M. Friedman: Budaya hukum dan perubahan sosial masyarakat dari industrial ke digital. Sapientia Et Virtus, 7(2), 84–99. https://doi.org/10.37477/sev.v7i2.358

Awangga, A. (2020). Teknik Perancangan Perundang-Undangan. Bandung: CV. Cendekia Press.

Bambang, W. (2018). Penanganan Konflik Pendekatan Kearifan Lokal. Yogyakarta: Pustaka Senja.

Bimantoro, A., Pramesti, W. A., Bakti, S. W., Samudra, M. A., & Amrozi, Y. (2021). Paradoks etika pemanfaatan teknologi informasi di era 5.0. Jurnal Teknologi Informasi, 7(1), 58–68. https://doi.org/10.52643/jti.v7i1.1425

Cristiana, E. (2021). Implementasi Moderasi Beragama Dalam Menangkal Radikalisme. Prosiding Seminar Nasional IAHN-TP Palangka Raya, 7, 19–28. https://doi.org/10.33363/sn.v0i7.180

El Amady, M. R. (2021). Manajemen Konflik Sumber Daya Alam Penanganan Konflik Secara Detail Cepat Dan Tepat Berbasis Pengalaman 13 Tahun. Deepublish.

Faiza, A., & Firda, S. J. (2018). Arus Metamorfosa Milenial (Pertama). Penerbit Ernest.

Febriansyah, F., & Muksin, N. N. (2020). Fenomena Media Sosial: Antara Hoax, Destruksi Demokrasi, dan Ancaman Disintegrasi Bangsa. Sebatik, 24(2), 193–200. https://doi.org/10.46984/sebatik.v24i2.1091

Gatot, N. P. M. (2023). Model Pentahelix Collaborative Governance Dalam Strategi Pembiayaan Program Pembinaan dan Pelaksanaan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Lemhannas RI. Politeknik STIA LAN Jakarta.

Goldstein, J., & Rotich, J. (2008). Digitally networked technology in Kenya’s 2007–2008 post-election crisis. Berkman Center Research Publication, 9, 1–10.

Habibah, A. F. (2021). Era masyarakat informasi sebagai dampak media baru. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis, 3(2), 350–363. https://doi.org/10.47233/jteksis.v3i2.255

Hamidi, J., Sugiharto, M. A., & Ihsan, M. (2013). Membedah teori-teori hukum kontemporer. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Handoyo, B. H. C. (2021). Prinsip-prinsip legislatif dan akademik drafting: Pedoman bagi perancangan peraturan perundang-undangan. Yogyakarta: PT Kanisius.

Hitlin, S. (2003). Values as the core of personal identity: Drawing links between two theories of self. Social Psychology Quarterly, 118–137. http://dx.doi.org/10.2307/1519843

Iskandar, C. S., Upa, S., & Iskandar, M. (2019). Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Berbasis Technopreneurship. Deepublish.

Ismail. (2019). Konflik dan Kolaborasi: Peran Negara Dalam Integrasi Bangsa. Malang: Media Nusa Creative.

Kiesler, D. J. (1996). Contemporary interpersonal theory and research: Personality, psychopathology, and psychotherapy. John Wiley & Sons.

Kiesler, F. (2014). Endless House. Twenty-Five Buildings Every Architect Should Understand: A Revised and Expanded Edition of Twenty Buildings Every Architect Should Understand, 51.

Mahyuddin, M. A. (2019). Sosiologi Komunikasi:(Dinamika Relasi Sosial di dalam Era Virtualitas). Penerbit Shofia.

Maksum, A., & Surwandono, S. (2020). Analisis Tata Kelola Keamanan Indonesia Masa Kini: Studi Kasus UU NO. 34/2004, UU NO. 2/2002, UU NO. 7/2012. Jurnal Keamanan Nasional, 6(2), 131–160. http://dx.doi.org/10.31599/jkn.v6i2.463

Manullang, E. F. M. (2022). Misinterpretasi Ide Gustav Radbruch mengenai Doktrin Filosofis tentang Validitas dalam Pembentukan Undang-Undang. Undang: Jurnal Hukum, 5(2), 453–480. https://doi.org/10.22437/ujh.5.2.453-480

Masringor, J., & Sugiswati, B. (2017). Pela Gandong Sebagai Sarana Penyelesaian Konflik. Perspektif: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan, 22(1), 66–79. https://doi.org/10.30742/perspektif.v22i1.589

Mietzner, M. (2006). The politics of military reform in post-Suharto Indonesia: Elite conflict, nationalism, and institutional resistance.

Musyafak, N., & Nisa, L. C. (2020). Resiliensi Masyarakat Melawan Radikalisme; Aksi Damai dalam Konflik Agama. Semarang: Penerbit Lawwana.

Nainggolan, P. P., Muhamad, S. V., & Hidriyah, S. (2019). Kerja Sama Internasional Melawan Terorisme. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Nashrullah, J. (2023). Polarisasi Masyarakat pada Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Indonesia Dalam Kajian Sosiologi Hukum. Realism: Law Review, 1(2), 20–38. http://dx.doi.org/10.71250/rlr.v1i2.15

Nugroho, S. S., & Haryani, A. T. (2020). Metodologi Riset Hukum (Pertama). Surakarta: Oase Group.

Pakpahan, R. (2017). Analisis Fenomena Hoax Diberbagai Media Sosial Dan Cara Menanggulangi Hoax. Konferensi Nasional Ilmu Sosial Dan Teknologi, 1(1).

Saraswati, R. (2013). Problematika Hukum Undang-Undang No. 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Jurnal Yustisia, 2(3), 97–103. https://doi.org/10.20961/yustisia.v2i3.10164

Sidharta, B. A. (2009). Refleksi tentang struktur ilmu hukum: Sebuah penelitian tentang fundasi kefilsafatan dan sifat keilmuan ilmu (Ketiga). Bandung: Mandar Maju.

Sidharta, B. A. (2016). Ilmu hukum Indonesia: Upaya pengembangan ilmu hukum sistematik yang responsif terhadap perubahan masyarakat. Bandung: Unpar Press.

Sugandi, Y. (2008). Analisis konflik dan rekomendasi kebijakan mengenai Papua. Friedrich-Ebert-Stiftung.

Suharno. (2021). Pendidikan Multikulturisme Konsep, Tata Kelola, dan Praktik Penyelesaian Konflik Multikultural (Vol. 1). Penerbit Insania.

Sukarmi, S. (2021). Integrasi Antara Komisi Pengawas Persaingan Usaha Dan Penyidik Kepolisian Dalam Penegakan Hukum Persaingan Usaha. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 28(2), 348–372. https://doi.org/10.20885/iustum.vol28.iss2.art6

Sulila, I. (2015). Implementasi dimensi layanan publik dalam konteks otonomi daerah. Yogyakarta: Deepublish.

Tadjoeddin, Z. (2010). Political economy of conflict during Indonesia’s democratic transition. University of Western Sydney (Australia).

Tuhuteru, L. (2022). Pendidikan Karakter Untuk Menjawab Resolusi Konflik. Sumatera Barat: CV. Azka Pustaka.

Turmudi, E. (2021). Merajut harmoni, membangun bangsa: Memahami konflik dalam masyarakat Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Utama, A. P. (2023). Strategi penanganan konflik sosial di era teknokultur social conflict handling strategies in the technocultural era. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 9(1), 482-489 http://dx.doi.org/10.29210/020231735

Wahab, A. J. (2014). Manajemen Konflik Keagamaan (Analisa Latar Belakang Konflik. Elex Media Komputindo.

Wahab, A. J. (2015). Harmoni di Negeri Seribu Agama. Elex Media Komputindo.

Wulandari, T. (2020). Konsep dan Praksis Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: UNY Press.

Published
2025-01-31
How to Cite
Utama, A. P. (2025). The Reconstruction of Law Number 7 of 2012 Concerning Social Conflict Handling in Indonesia. Journal La Sociale, 6(1), 243-256. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v6i1.1811